Doa yang Baik

2 min read

Doa

Doa yang baik dan benar wajib dilakukan kita sebagai manusia, tentunya kita menginginkan yang terbaik dalam hidup kita. Nah salah satu cara agar hidup kita berjalan dengan baik yaitu dengan berdoa kepada Allah.

Setiap selesai sholat tentunya kita berdoa yang baik kepada Allah bukan ? Namun tidak semua doa yang kita panjatkan dikabulkan. Ada beberapa faktor yang memungkinkan.

Misalnya saja dalam berdoa kita kurang yakin atau kurang benar. Nah disini admin akan memberikan beberapa adab, tempat, waktu, penghalang dan hal – hal yang berkaitan dengan doa yang mencakup dan menyeluruh.

Adab dalam Berdoa

Doa Yang Baik Dan Benar

Berdoa kepada Allah tidak boleh sembarangan. Pastinya kita ingin yang terbaik bukan ? Nah berdoa pun memiliki adab. Apa saja adab dalam berdoa yang baik ?

Berikut adab – adab dan beberapa faktor yang menjadi penyebab dikabulkan doa yang baik :

  • Ikhlas dan berdoa karena Allah semata. Seperti yang ada di Surah Al-Mu’min ayat 14 dan Al-Bayyinah ayat 5.
  • Mengawali doa dengan pujian dan sanjungan kepada Allah SWT, kemudian diikuti dengan shalawat kepada Rasulullah, dan mengakhirinya dengan cara yang sama.
  • Bersungguh – sungguh dalam berdoa serta yakin doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah.
  • Menghadirkan hati dalam doa.
  • Mendesak dengan penuh tawadhu (kerendahan hati) saat berdoa.
  • Tidak terburu buru dalam memohon doa.
  • Tidak mendoakan keburukan bagi siapapun.
  • Merendahkan suara ketika berdoa yaitu antara samar samar dan keras. Sebagaimana dalam surah Al-A’raf ayat 55 dan 205.
  • Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu meminta ampunan, serta mengakui segala nikmat yang telah diterima.
  • Tidak perlu membebani diri dengan membuat sajak dalam berdoa.
  • Memanjatkan doa tiga kali.
  • Menghadap kiblat.
  • Mengembalikan hak orang lain yang dizhalimi.
  • Memanjatkan doa dengan kedua tangan.
  • Jika mungkin hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebelum memanjatkan doa kepada Allah.
  • Tidak boleh berlebihan dalam berdoa.
  • Tidak berdoa untuk suatu dosa ataupun memutus silaturahmi.
  • Disunnahkan memulai doa dengan mendoakan diri sendiri baru kemudian mendoakan orang lain.

Berikut beberapa dalil dari doa yang baik diatas :

  1. Adz-Dzikr wad Du’a minal kitab was sunnah halaman 88-100.
  2. Shahih al-Adzkar (II/955-969) karya an-Nawawi.
  3. Ad-Du’a wad dawa’ karya Ibnul Qayyim, dengan tahqiq Syaikh Ali Hasan.
  4. Tash-hibud Dua karya Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid.

Waktu dikabulkannya Doa

Berikut waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya doa antara lain :

  1. Malam Lailatul Qadar.
  2. Pertengahan malam terakhir, ketika sepertiga malam yang akhir.
  3. Duburush shalawatil maktubah atau pada setiap akhir shalat wajib.
  4. Waktu antara adzan dan iqamat.
  5. Setiap kali setelah adzan shalat wajib dikumandangkan.
  6. Ketika hujan turun.
  7. Pada waktu tertentu di hari Jumat.
  8. Tatkala sujud di dalam shalat.
  9. Doa seorang musafir.
  10. Doa pemimpin yang adil.
  11. Ketika minum air zam-zam disertai dengan niat yang tulus.
  12. Doa pada hari Arafah di Arafah.
  13. Doa orang yang sedang menunaikan ibadah haji.
  14. Doa orang yang sedang menunaikan ibadah umrah.

Penghalang Terkabulnya Doa

Doa Mustajab

Berikut hal – hal yang menjadi penghalang dalam terkabulnya doa :

  • Mengkonsumsi barang haram berupa makanan dan minuman atau pakaian, dan usaha yang haram.
  • Meminta agar doa cepat terkabul , hingga meninggalkan doa ketika tidak mampu bersabar.
  • Berbuat maksiat dan melakukan apa yang diharamkan Allah.
  • Meninggalkan kewajiban yang telah Allah perintahkan.
  • Lalai dan dikuasai hawa nafsu.
  • Tidak bersungguh – sungguh ketika memanjatkan doa.
  • Berdoa dengan permohonan yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutus silaturahmi.

Berikut dalil tentang uraian diatas :

  1. HR. Muslim (II/703, no 1015).
  2. Jami’ul Ulum wal Hikam (I/260-261).
  3. HR. Al-Bukhari (no. 6340) dan Muslim (no. 2735 [90]).
  4. HR. Muslim (no. 2735 [92]) dari Sahabat Abu Hurairah.
  5. HR. Al -Hakim (II/302).
  6. HR. At-Tirmidzi (no. 2169).
  7. HR. Al-Bukhari (no. 6339, 7477).
  8. Surah Al-Baqarah [2] : 216.
  9. Surah An-Nisa’ [4] : 19.

Tentang Mengusap Muka

Banyak orang yang mengusap muka setelah berdoa. Apakah ini benar ?

Tidak ada satupun hadits shahih tentang mengusap muka dengan dua telapak tangan setelah berdoa. Semua haditsnya sangat lemah dan tidak dapat dijadikan hujjah (dalil). Maka ia tidak bisa dijadikan alasan dibolehkannya mengusap muka.

Karena tidak ada contoh dari Rasulullah, maka mengamalkan ini termasuk bid’ah.

Seperti yang ada dalam Irwa-ul Ghalil fi Takhriji Ahadist Manaris Sabil (II/178-182, no. 433 – 434) dan Shahih al-Adzkar wa Dha’ifuhu halaman 960 – 962.

Begitu juga dalam beberapa amalan syariat, tidak ada satupun riwayat shahih dari Nabi, tidak juga dari para sahabat Nabi tentang mengusap muka sesudah mengerjakan qunut nazilah.

Imam al-Izz bin Abdissalam berkata : “Tidak ada yang berbuat (mengusap muka setelah berdoa) kecuali orang yang bodoh”.

Imam an-Nawawi mengatakan : “Tidak ada sunnahnya mengusap muka (sesudah memanjatkan doa)”.

Cara Mengangkat Tangan dalam Berdoa

Apakah doa yang baik itu mengangkat kedua telapak tangan ?

Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan saat berdoa adalah dengan mengangkat kedua telapak tangan hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan apabila beristigfar dengan berisyarat satu jari.

Imam al-Qasim bin Muhammad menuturkan “Aku pernah menyaksikan Ibnu Umar berdoa di daerah Al Qash. Aku melihatnya mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundaknya semetara kedua telapak tangan tersebut diarahkan kepada wajahnya”.

Cukup sekian informasi yang dapat admin berikan, semoga bermanfaat 🙂